🐑 Apa Yang Dimaksud Dengan Gambar Kerja Pada Proses Prototyping

Jelaskanistilah-istilah dalam definisi konsep. Pastikan bahwa ciri atau anak kanak teristik utama bisa dipahami dengan baik. Jadi, dalam mendeskripsikan cirri utama dari konsep dinosaurus, adalah penting bagi murid untuk mengetahui apa itu reptile; hewan vertebrata yang biasanya bertelur dan berisi atau bertanduk dan bernapas dengan paru-paru. 1 Perakitan Yang Ditukar-Tukar. Dalam metode ini, terdapat bagian yang akan dirakit yang ditukarkan satu sama lain, Alasannya karena bagian ini dibuat oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik berdasarkan itu pada ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat keuntungan dengan memakai bagian atau komponen yang Sketsadari ide yang telah dibuat pada tahapan sebelumnya adalah masih dalam bentuk 2 dimensi yang artinya hanya sebatas gambar pada bidang datar. Kerajinan yang hendak dibuat dari ide tersebut berupa bentuk tiga dimensi maka dari itu pada proses selanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi Olehkarena itu, dalam pembuatan RAB diperlukan ketelitian dari pembuatnya. Mengacu pada penjelasan mengenai komponen yang harus ada di dalam RAB, ada lima langkah yang harus Anda perhatikan dalam menghitung RAB. Mempersiapkan Gambar Kerja; Gambar kerja yang dibuat oleh arsitek ternyata bermanfaat sekali untuk beberapa keperluan JawabanSoal UTS BAB II. 1. Perlunya Pengembangan Sistem. 1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul pada sistem lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa : a. Ketidak beresan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem tersebut tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapakan. b. Sementaraitu ruang lingkup pekerjaan fabriaski terdiri dari 9 langkah yaitu: 1. Proses penandaan (marking) Pertama kali yang harus dilakukan setelah bahan material produksi sampai adalah proses marking, yaitu pengukuran dan pembentukan sketsa langsung pada bahan material dari semua item berdasarkan shop drawing yang telah dibuat. 2. Prosesperancangan adalah proses yang berdasarkan pada rencana yang Karena sifatnya yang ambigu, gambar kerja prototype harus bersifat menyarankan supaya interpretasi atas prototype tetap terbuka. 2. Membuat Gambar Kerja Produk Hardware Jelaskan apa yang dimaksud dengan gambar kerja menurut Suratman! 2. Sebutkan 3 Wireframe Mockup, dan Prototype merupakan konsep arsitektur yang memiliki ciri khas dan fungsinya masing-masing. Desainer dapat menyesuaikan setiap kebutuhan yang diinginkan. Namun, terdapat juga saran yang perlu diingat bahwa penggunaan dari ketiga konsep tersebut harus didasari dengan pemikiran seorang user. Dalamdesain busana sendiri setidaknya dikenal beberapa macam teknik yang dapat dilakukan untuk memperjelas dan memperindah desain yang akan dibuat. Teknik yang dimaksud diantaranya yaitu berupa desain sketsa, desain produksi 1, desain produksi 2, desain sajian, serta desain 3 dimensi. . PROSES PROTOTYPING KOMPETENSI INTI 3. Memahami, menetapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan factual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Jaringan pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Komputer dan Jaringan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung KOMPETENSI DASAR Menganalisis proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa Membuat alur dan proses kerja pembuatan prototype produk barang/j asaAPERSEPSI Dalami bab ini, kita akan membuat analisa dan langkah kerja dalarn menibuat prototype produk perangkat keras. Kegiatan prototype disebut juga prototyping. Kegiatan ini merupakan kegiatan esensial karena dalam prototyping terdapat fase uji coba barang. Untuk itu, mari kita pelajari bab berikut dengan saksama! AYO PAHAMI A. PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE Pembuatan prototype disebut dengan prototyping. Tujuan dari prototyping adalah sebagai penguji daya tahan bentuk usaha yang ingin kita buat. Inovasi bertahap adalah keadaan di mana suatu badan usaha tidak bisa dibuat dalam bentuk prototype. Inovasi bertahap biasanya menyesuaikan keadaan di dunia nyata. Dengan adanya kegiatan prototyping, para wirausahawan, khususnya enterpreneur akan mengetahui keunggulan dan kelemahan badan usaha yang dibangunnya. 1. Kegiatan Prototyping sebagai Artefak dalam Pembuatan Desain Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak, baik dalam tingkatan berdiri sendiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain. Bila dilihat sebagai artefak, prototype mengandung karakteristik sebagai berikut mendukung kreativitas, membantu pengembang untuk menangkap dan menghasilkan ide, memfasilitasi pengembang dan memberikan informasi yang relevan tentang pengguna prototype. Prototype dapat mendorong terjadinya komunikasi dan membantu para wirausahawan dengan konsumen dalam berinteraksi untuk menyempurnakan badan usaha yang dibangun. Kita bisa menganalisa kegiatan prototyping berdasarkan 4 dimensi, yakni a. Dimensi Representusi Dimensi representasi berarti menggambarkan bentuk prototype, misalnya kumpulan kertas, sketsa atau simulasi komputer. Prototyping lebih cenderung kepada pembuatan iklan, produk, dan pertimbangan tempat yang akan digunakan serta perhitungan aspek finansial. b. Dimensi Presisi Dimensi presisi menggambarkan tingkat ketelitian prototype yang akan dievaluasi. Dalam dimensi tersebut, prototype dibagi menjadi 3 yakni infonnal, kasar, atau halusc. Dimensi Interuktf Dimensi interaktif menggambarkan sejauh mana hubungan antara konsumen dengan prototype yang dibuat oleh seorang wirausaha. d. Dimensi Evolusi Dimensi evolusi menggambarkan prediksi siklus hidup dari suatu prototype, misalnya. prototype tersebut bersifat sekali pakai atau permanen. 2. Tahapan Tahapan dalam Prototyping Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikata merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam prototyping adalah pekerjaan yang mudah terlebih dahulu dan sampaikan hasilnya kepada pengguna sesegera mungkin. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah bagan yang menerangkan tentang tahap-tahap dalam prototypingHarris 2003 membagi prototyping dalam enam tahapan. Tahapan-tahapan tersebut antara lain a. Mengidentiiikasi model prototype. Dalam bagian ini, pihak wirausahawan atau enterpreneur menjadi mengerti apa saja yang ada di dalam badan usaha yang mereka buat. b. Rancang bangun prototype dengan bantuan software seperti word processor, spreadsheet, database,pengolah grafik, dan software CASE Computer-Aided System Engineering. c. Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi. d. Siapkan prototype USD User ’s System Diagram untuk mengidentifikasi bagian- bagian dari perangkat lunak yang diprototypekan. e. Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan. f. Transformasikan prototype menjadi perangkat lunak yang beroperasi penuh dengan melakukan penghilangan kode-kode yang tidak dibutuhkan, penambahan program- program yang memang dibutuhkan dan perbaikan dan pengujian perangkat lunak secara berulang. 3. Faktor-Faktor Penentu dalam Proses Strategi Pembuatan Prototype Berikut adalah faktor-faktor yang ada di dalam strategi prototyping. a. Prototyping bisa berupa sebuah subsistem atau serangkaian dari beberapa subsistem, atau keseluruhan system Ketika kita akan membuat sebuah sistem yang besar, mungkin hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memecahnya menjadi subsistem-subsistem yang lebili kecil yang masing-masing subsistem dapat dianalisa berdasarkan strategi yang paling optimal. b. Melakukan prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan prototyping atas satu konsep Ketika hanya ada satu atau dua konsep saja yang kemungkinan besar akan dipilih untuk dikembangkan, maka perkembangan prototype dalam jumlah banyak pada masa awal akan memberikan umpan balik penting bagi Prototype iterative vs prototype per konsep Faktor ini berkaitan dengan pertanyaan "apakah masuk akal untuk membuat prototype yang dapat digunakan di dalam semua permasalahan atau hanya berfokus pada kebutuhan desain dalam aspek tertentu sebelum menambah kebutuhan desain di aspek lain? d. Prototype bisa merupakan kerja virtual Analisa CAD, FEA, CFD, dan lain-lain atau fisik Analisa kompleks biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer dibanding dengan kemampuan manusia. Sehingga, pengembangan model CAD akan membuat balk perkembangan prototype ataupun produk akhir menuai keuntungan produksi. Namun, ada pula umpan balik yang bisa didapatkan oleh perancang, hanya jika para perancang membuat prototype fisik. e. Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar, bisa juga dengan menggunakan metode rapid prototyping atau dilakukan oleh perusahaan itu sendiri Melakukan outsourcing menyerahkan urusan kepada pihak luar dapat membengkakkan biaya dan waktu. Namun, pembuatan prototype secara outsourcing dapat membuat tim perancang terfokus pada aspek lain. Selain itu, tim perancang juga dapat mencari bahan bahan yang tidak dapat ditemukan di dalam perusahaan. Dengan menggunakan metode rapid prototyping, perancang dapat mempercepat produksi prototype yang akan dievaluasi. Yang terakhir, pembuatan prototype bisa dilakukan di dalam perusahaan. Cara ini dianggap sebagai cara yang paling murah namun berpotensi membuang buang waktu. f. Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala Jika kita berurusan dengan produk yang berukuran besar, seperti kapal dan pesawat terbang, maka kita tidak akan mungkin membuat prototype yang sama ukurannya dengan produk akhirnya kecuali untuk keperluan uji akhir. maka dari itu, kita bisa membuat skala fisiknya untuk mengetes aspek-aspek tertentu dalam desain produk tersebut. g. Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototype Mungkin merupakan suatu hal yang bagus apabila perancang dapat merancang prototype yang mampu mencakup beberapa persyaratan desain dalam satu waktu. Hal ini bertujuan agar perancang dapat membuat evaluasi atas fitur yang diharapkanada pada produk tersebut. Dengan adanya skala fungsi, maka perancang akan merasa lebih mudah dalam menguji prototype dan produk final yang memiliki sifat lebih kuat. Tapi, skala fungsional pada prototype dapat menjadi masalah apabila harus melakukan antar-muka dengan beberapa prototype untuk membangun satu desain produk akhirt 4. Pendekatan-Pendekatan dalam Prototype Pendekatan dan alur kerja dalam pembuatan prototype Strategi prototyping adalah kegiatan-kegiatan yang menjadi acuan dalam membuat prototype. Terdapat banyak pilihan dalam strategi prototyping. Berikut adalah pendekatan-pendekatan yang bisa dipilih dalam pembuatan prototype. a. Pendekatun-Pendekatun dalam Strutegi Prototyping Dalam bagian ini, kita akan membahas tentang berbagai pendekatan dalam strategi prototyping. Berikut adalah penjelasan masing-rnasing pendekatan tersebut. 1. Pendekatan Bisnis Pembuatan prototype dengan pendekatan aspek bisnis mengutamakan pada pentingnya sebuah inovasi, proses perancangan kreatif, dan kesuksesan suatu produk. Jadi, prototype harus marnpu membantu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Lalu, strategi apa yang harus digunakan agar prototyping dan pengembangannya rnenjadi efektif dalam kaitannya dengan pendekatan bisnis? Berikut penjelasannya. a. Informasi pada uji coba prototype harus dapat memberikan informasi yang maksimal tentang kelebihan dan kekurangan suatu produk. b. Prototype sebisa mungkin dapat menjadi representasi dari penggunaan produk akhir. c. Penerapan strategi prototyping harus sederhana. d. Pembuatan prototype harus dilakukan lebih dahulu daripada proses produksi. . e. Produsen tidak boleh menamnbah peralatan baru ketika sedang melakukan Pendekatan rekayasa Pada pendekatan aspek rekayasa, prototyping adalah kegiatan mengaplikasikan ide pada suatu produk dan mewujudkannya menjadi bentuk fisik atau virtual. b. Faktor-Faktor dalum Alur Kerja Prototyping Berikut adalah faktor-faktor yang ada di dalam alur kerja kegiatan prototyping a. Prototyping dapat dilakukan pada bagian-bagian dari suatu produk, bisa juga dilakukan pada seluruh produk Ketika kita akan rnembuat sebuah produk yang runnt, mungkin hal terbaik yang bisa dilakukan oleh produsen adalah memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Nantinya, bagian-bagian tersebut bisa dianalisa sesuai dengan strategi prototyping. b. Jumlah prototype yang digunakan Faktor ini berkaitan dengan pertanyaan "apakah masuk akal untuk membuat prototype yang dapat diaplikasikan pada produk yang berbeda-beda atau membuat prototuype yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis produk yang akan dibuat?” c. Protoype bisa berbentuk virtual Analisa CAD, PEA, CFD, dan lain-lain atau fisik Analisa prototype pada suatu produk yang rumit biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer. Sehingga, pengembangan model CAD akan membantu produsen dalam menganalisa prototype. Namun, ada pula infonnasi yang hanya bisa didapatkan ketika produsen membuat prototype fisik. d. Pembuatan prototype bisa dilakukan dengan bantuan pihak di luar perusahaan, bisa juga dengan nienggunakan metode rapid prototyping atau dilakukan oleh pekerjaan perusahaan tersebut. Melakukan outsourcing menyerahkan urusan kepada pihak luar dapat membengkakkan biaya dan waktu. Namun, pembuatan prototype secara outsourcing dapat membuat staff perancang produk dapat berfokus pada masalah lain. Dengan menggunakan metode rapid prototyping, perancang dapat mernpercepat produksi prototype yang akan dievaluasi. Yang terakhir,pembuatan prototype bisa dilakukan di dalam perusahaan. Cara in dianggap sebagai cara yang paling murah namun berpotensi membuang buang waktu. e. Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala Jika kita berurusan dengan produk yang berukuran besar, seperti kapal dan pesawat terbang, maka kita tidak akan mungkin rnernbuat prototype yang sama ukurannya dengan produk akhirnya kecuali untuk keperluan uji akhir. Maka dari itu, kita bisa membuat skala fisiknya untuk rnengetes aspek-aspek tertentu dalam desain produk tersebut. B. APLIKASI TEKNIK RAPID PROTOTYPING DALAM PEMBUATAN PROTOTYPE PRODUK PERANGKAT KERAS CAD adalah alat yang sangat penting untuk pembuatan desain prototype produk perangkat keras. Tujuan dari rapid prototyping adalah untuk pengembangan prototype dengan tempo yang relatif cepat. Dengan memperpendek siklus pembuatan prototype evaluasi prototype. Desainer akan lebih mampu mencari altematif lain dan membuat iterasi desain sebanyak yang mereka mau. Dengan demikian, mereka akan lebih berpeluang menemukan solusi atas pennasalahan yang ada pada prototype mereka. Istilah rapid cepat adalah istilah yang tergantung pada konteks dan tingkat kesulitan suatu proyek. Prototype awal, seperti sketsa produk, hanya memakan waktu beberapa menit. Dalam fase berikutnya, prototype yang diproduksi dalam jangka waktu kurang dari 1 minggu masih bisa disebut sebagai prototype "cepat". Namun, prototype terakhir akan memakan waktu paling lama, berbulan-bulan atau bahkan sampai bertahun-tahun. Semua itu karena prototype harus memenuhi unsur presisi, interaktif dan evolusi 1. Rapid Prototyping Luar Jaringan Rapid prototyping luar jaringan adalah proses pembuatan prototype yang tidak memerlukan perangkat lunak. Rapid prototyping luar jaringan adalah alat untuk evaluasi segala permasalahan yang berkaitan dengan desain. Maka, jika terdapat kesalahan atau tak dipakai lagi, prototype tersebut akan Rapid Prototyping Luur Jaringan Menggunukun Kertas dan Pensil Rapid prototyping dapat dilakukan paling cepat menggunakan kertas dan kertas catatan kecil sebagai representasi dari sistem interaktif Dengan berperan sebagai sistem dan pengguna, desainer dapat mengimplementasikan alternatif gambaran dan interaksi dengan lebih cepat. Selain itu, desainer dapat membuat "efek special" dengan biaya yang relative rendah. Misalnya, desainer bisa membuat pointer dari kertas dan digerakkan sesuai dengan arahan desainer. Dengan adanya on prototype ini, para desainer dapat memperkirakan sistem antar-muka yang ada pada produk tersebut. b. Membuat Mock Up Mock up adalah bentuk realistis dari karya digital. Banyak desainer menggunakan mock up untuk membuat ilustrasi desain hardware mereka. Mock up biasanya dibuat dari kertas karton. Mock up adalah prototype fisik tingkat pertarna. Dengan adanya mock up, desainer bisa mengetahui bagaimana interaksi antara produk dengan pengguna akan berlangsung. Dengan adanya mock up, desainer bisa menfokuskan desainnya pada aspek fisik, seperti posisi tombol, dan lain-lain. Desainer juga dapat membuat beberapa mock up untuk perbandingan antara input dengan output, dan juga sebagai alternatif untuk skenario yang berbeda-beda. 2. Rapid Prototyping dalam Jaringan Tujuan dari teknik rapid prototyping dalam jaringan adalah untuk menghasilkan prototype dengan presisi tinggi daripada rapid prototyping luar jaringan. Dengan adanya rapid prototyping dalarn jaringan, desainer bisa mengkomunikasikan idenya lebih mudah kepada klien, manajer, pengembang dan pengguna. Selain itu, teknik tersebut juga berguna bagi para desainer untuk membuat detail gambar suatu produk. a. Simulusi Non-Interaktif Simulasi non-interaktif adalah animasi komputer yang menggambarkan apa yang dilihat oleh seseorang jika orang itu adalah pihak ketiga orang yang tidak mengoperasikan suatu produk tapi juga melihatnya secara langsung. Simulasi non- interaktif dilakukan apabila rapid prototyping menggunakan video tidak mampu rnenangkap detail kelemahan suatu Simulasi Interakty Dalam simulasi interaktif, desainer dapat membuat alat seperti adobe photoshop untuk mernbuat Wizard of Oz. C. PROTOTYPING DENGAN TEKNIK ELEKTRONIK DAN ELEKTROMEKANIK DALAM PRODUK PERANGKAT KERAS Berikut adalah salah satu cara prototyping dalam perangkat keras dengan menggunakan teknik elektronik dan elektromekanik. Ini diambil dari studi yang dilakukan oleh Prof A. Ahluwalia dari Corso LM Materiali Intelligenti e Biomimetici’ 1. Langkah Setelah Breadbaard-Papan Matrix Pertama-tama, gunakan breadboard untuk penyusunan prototype dengan cepat. Papan Matrix digunakan agar prototype dapat disalin untuk membuat PCB. Gambar di atas adalah gambar papan prototype PCB dengan papanmatrix. Solderlah komponen-komponen PCB dan potong beberapa kabel untuk selanjutnya dihubungkan dengan komponen-komponen tersebut. Maka, jadilah sirkuit. 2. Prototype PCB PCB adalah bagian yang menjadi pusat komponen komponen lain. Sirkuit PCB dibuat dcngan cara mcnghubungkan material-material yang ada papan PCB atau "dicetak" pada papan bernama substrat. 3. ECAD ECAD atau Electronic Computer Aided Design adalah pcrangkat lunak untuk mendesain sistem elektronik seperti PCB dan IC. Alat ini bekerja bersamaan dengan alur desain, yakni penciptaan desain chip yang digunakan untuk mcnganalisa dan mendesain chip semikonduktor. Sebelum ada EDA, IC disusun secara 1. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam kegiatan prototyping a. Prototyping bisa berupa sebuah subsistem atau serangkaian dari beberapa subsistem, atau keseluruhan sistem. b. Melakukan prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan prototyping atas satu konsep. c. Prototype iterative vs I protoipe per konsep. d. Protoipe bisa merupakan kerja virtual Analisa CAD, FEA, CFD, dan lain-lain atau fisik. e. Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar, bisa juga dengan menggunakan metode rapid prototyping atau dilakukan oleh perusahaan itu Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak, baik dalam tingkatan berdiri sendiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain. . 3. Break-even Point atau BEP adalah sebuah kondisi di mana jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan yang diterima dari hasil penjualan. Akibatnya, perusahaan tidak mengalami laba maupun rugi. UJI KOMPETENSI 5 A. Berilah tanda silang pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang paling tepat! 1. Terdapat dimensi dalam proses prototyping. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 2. Dimensi presisi biasanya berhubungan dengan .... a. detail b. daya tahan c. waktu d. keindahan e. bentuk 3. Kegiatan protyping yang melibatkan pengguna ke dalam seluruh kegiatan perancang adalah protoyping .... a. berbasis pengguna b. iterative c. kooperatif d. berbasis tugas e. horizontal4. Hal yang pertama dilakukan dalam ruang desain adalah .... a. memunculkan ide sebanyak banyaknya b. menetapkan batasan c. mengeliminasi ide d. mengubah batasan e. mengeksekusi ide 5. Terdapat tahapan prototyping menurut Harris. a. 6 b. 7 c. 8 d. 9 e. 10 6. Berikut bukan merupakan software yang digunakan untuk merancang bangun prototype .... a. Spreadsheet b. Database c. Pengolah graiik d. CASE e. USD 7. Yang harus dilakukan pada tahap akhir prototyping adalah .... a. mengubah prototype menjadiperangkat lunak b. merencanakan pembuatan { c. diskusi d. menetapkan batasan e. mengeksekusi ide 8. Yang menjadi penyebab kegagalan suatu perusahaan dalam meniru perusahaan lain yang lebih sukses adalah .... a. ketersediaan tenaga ahli b. sistem kerja c. nama tenar d. nama barang e. sistem manajemen9. Prototype vertical memiliki keunggulan dalam hal .... a. interaktif b. presisi c. keluasan d. cakupan komponen e. keluwesan 10. Prototype biasanya memuat prediskis siklus hidup suatu produk. Hal tersebut merupakan bagian dari dimensi .... a. evolusi b. interaktif c. presisi d. estetika e. representasi 11. Lihatlah penjelasan berikut! 1. Informasi pada uji coba prototype harus dapat memberikan informasi yang maksimal tentang kelebihan dan kekurangan suatu produk. 2. Prototype sebisa mungkin dapat menj adi representasi dari penggunaan produk akhir. 3. Penerapan strategi prototyping harus sederhana. 4. Prototyping dapat dilakukan pada bagian-bagian dari suatu produk, bisa juga dilakukan pada seluruh produk. 5. Membuat prototype yang dapat diaplikasikan pada produk yang berbeda-beda atau membuat prototype yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis produk yang akan dibuat. Yang bukan termasuk syarat prototype untuk pendekatan bisnis adalah .... a. 1, 2, 3 b. 1, 3, 5 c. 4 dan 5 d. 3 dan 5 e. 2, 4, 512. Prototype pendekatan bisnis lebih menekankan pada .... a. cita rasa b. keuntungan c. keindahan d. subjektivitas e. perhitungan mantap 13. Penyerahan urusan pekerjaan kepada pihak luar disebut juga dengan sistem .... a. outsourcing b. kontrak c. pegawai tetap d. freelance e. mitra bisnis 14. Pak Banu ingin membuat prototype PCB komputer. Sebagai awalan, maka ia harus .... a. mencari kabel b. menggambar sketsa PCB yang ia inginkan c. mencari informasi mengenai PCB d. sekolah kelistrikan e. bekerja sebagai tukang servis elektronik 15. Setelah membuat rancang bangun prototype, desainer bisa melakukan langkah selanjutnya, yakni .... a. Ujiprototype b. Evaluasi dengan pengguna c. Mengidentiiikasi prototype d. Mengubah ke dalam sistem penuh e. Menyiapkan prototype USD B. Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar! 1. Apakah kegunaan dari garis bertitik tebal? 2. Apakah kegunaan dari garis tebal? 3. Kapan skala pengecilan bisa dipergunakan? 4. Kapan skala penuh bisa dipergunakan? 5. Sebutkan tiga jenis perspektif berdasarkan hukum konvengensi!6. Jelaskan mengenai biaya produksi! 7. Apakah yang dimaksud biaya tetap? 8. Apakah yang dimaksud biaya variabel? 9. Berilah contoh biaya tetap dan biaya variabel! 10. Jelaskan yang dimaksud analisis BEP! TUGAS Bayangkanlah kamu menjasi seorang pengusaha microprocessor komputer. Setelah itu, buatlah makalah mengenai prototype micro processor buatanmu. Tulislah juga proses proses pengerjaan prototype buatanmu dari awal sampai akhir ! Bagi kamu yang berkecimpung di dunia desainer maupun developer, kamu wajib tahu apa itu prototype. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan dan mempresentasikan produk versi awal. Prototipe atau prototype adalah metode pengujian konsep yang berperan penting dalam pengembangan suatu produk. Bukan hanya di bidang teknologi, prototype juga bisa kamu temui di hampir semua industri misalnya manufaktur, kesehatan, pertanian, dan lain sebagainya. Lantas, apa pengertian prototype? Lalu, apa fungsi dan manfaat prototype? Tenang, di artikel ini Dewaweb akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara ringkas. Simak sampai akhir, ya! Pengertian Prototype Secara umum, prototype adalah model, skalabilitas, atau standar ukuran yang dibentuk berdasarkan suatu skema rancangan sistem. Tujuannya yaitu untuk menguji proses kerja dan konsep sebuah produk sebelum diedarkan. Prototype memungkinkan developer dan user berinteraksi dengan model tersebut secara langsung tanpa perlu membuat real produk. Dengan kata lain, prototipe bukanlah produk jadi yang sudah siap dirilis. Prototype merupakan purwarupa atau pemodelan produk yang dibuat untuk kebutuhan awal pengembangan, baik produk fisik maupun digital. Selain itu, prototype membantu developer mengetahui lebih awal kesalahan dan kekurangan fitur produk sebelum resmi dirilis dan disebarluaskan. Pada dasarnya, fungsi prototype adalah untuk mengolah sebuah ide menjadi sesuatu yang berwujud fisik sehingga dapat dirasakan, dimainkan, dan diuji coba. Dengan keberadaan sebuah prototype, maka akan didapatkan feedback yang maksimal baik dari klien maupun pengembang/desainer. Dengan begitu, kegagalan dan kesalahan dapat diminimalisir. Selain itu, fungsi prototype adalah untuk mengembangkan skema rancangan produk hingga akhirnya menjadi produk final yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Kebanyakan developer secara terbuka menerima berbagai masukkan dan feedback dari pengguna agar program dapat dibangun dengan fitur dan fungsi yang lengkap. Selain berperan sebagai penghubung developer dan pengguna, fungsi prototype adalah untuk menekan biaya produksi. Pasalnya, pengembang tidak lagi membutuhkan proses trial and error sehingga beban biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih hemat. Selain itu, adanya prototype juga meringankan beban kerja tim pengembang dan proses pengerjaannya pun dapat dilakukan secara cepat. Manfaat Prototype Prototype memiliki beberapa manfaat yang bisa dirasakan ketika mengembangkan produk, di antaranya sebagai berikut 1. Menghemat biaya produksi Pembuatan prototype sekilas terlihat memerlukan biaya besar, terutama di tahap awal pengembangan. Namun jika ditinjau secara keseluruhan, manfaat prototype tentunya dapat menghemat biaya produksi. Pasalnya terdapat realisasi konsep serta evaluasi hasil dari percobaan tertentu, dimana hal ini menjadikan pembuatan prototype jauh lebih cepat dan hemat biaya. 2. Memudahkan presentasi produk Manfaat prototype selanjutnya yaitu memungkinkan developer menuangkan sekaligus mempresentasikan konsep dan ide produk kepada investor dan calon pengguna. Tanpa prototype, pengembang akan kesulitan menggambarkan ide produk jika bermodal teori-teorinya saja. 3. Menjadi acuan untuk pengembangan produk Prototipe juga memungkinkan pengembang untuk membuat sebuah produk baru di masa yang akan datang. Kebutuhan pasar terhadap jenis produk baru dapat dianalisis berdasarkan prototype yang ada saat ini. Selain itu, prototype sering memunculkan gagasan dan ide kreatif, baik untuk update maupun pembuatan produk baru. 4. Memberi visi lebih nyata Prototype bukanlah sekedar teori, melainkan model sekaligus sampel dalam bentuk nyata. Gambaran produk dibuat detail, jelas, dan riil, sehingga developer, pengguna, maupun investor dapat melihat visi produk secara gamblang. Terlepas dari itu, adanya prototype memungkinkan diskusi seluruh pihak terkait menjadi lebih mudah. 5. Mengetahui kebutuhan pengguna lebih dulu Manfaat prototype selanjutnya yaitu dapat mengetahui kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dan tim-mu dapat mengetahui apa saja prioritas dan kebutuhan pengguna sehingga proses pengembangan produk akan berlangsung lebih cepat. 6. Menjadi wadah keinginan pengguna Mirip seperti manfaat sebelumnya, prototype juga bermanfaat untuk menjadi tempat di mana klien bisa memberikan masukan secara bebas. Hal ini akan sangat berguna untuk menilai fitur dan fungsionalitas produk sebelum dirilis. Selain itu, masukan pengguna juga bisa memunculkan ide lain misalnya penambahan fitur baru di masa yang akan datang. Contoh Prototype Berdasarkan sistemnya, ada beberapa contoh prototype yang harus kamu ketahui, di antaranya 1. Paper Prototype Sesuai namanya, media yang digunakan paper prototype untuk menggambarkan ide dan konsep produk adalah kertas. Contoh prototype jenis ini memang sangat simpel, namun penggunaannya cukup efektif karena memberikan sejumlah opsi terkait kekurangan prototype. Kekurangan yang dimaksud di antaranya termasuk fungsionalitas dan sisi tampilan produk. 2. Low Fidelity Prototype Low fidelity prototype merupakan contoh prototype yang biasanya berupa gambar sketsa produk. Prototype ini umumnya digunakan untuk menggambarkan alur atau tata cara menggunakan produk. Meski unggul dalam penyampaian mekanisme, prototipe ini memiliki kelemahan di mana tampilan disajikan hanya berbentuk sketsa dengan warna dominan hitam atau abu-abu. 3. High Fidelity Prototype Contoh prototype ketiga adalah high fidelity prototype, di mana prototipe ini mempunyai tampilan yang hampir menyerupai produk asli. Adanya high fidelity prototype memungkinkan developer dan pengguna seolah-olah merasakan sensasi menggunakan produk secara lebih nyata. Prototype ini biasanya digunakan untuk mengembangkan aplikasi dan website. Baca Juga Mau jadi Web Developer? Ini tugas-tugasnya! Sudah Tahu Apa Itu Prototype? Sejauh ini kamu tentu sudah tahu apa itu prototype mulai dari pengertian, fungsi, hingga manfaatnya. Jadi, prototype adalah purwarupa atau model yang lebih sederhana dari suatu produk yang menyerupai wujud aslinya. Prototype ini bisa disentuh, dimainkan, dan diuji coba untuk kemudian meninjau apa saja yang harus diperbaiki atau dihilangkan. Tujuan penggunaan prototype untuk pengujian kinerja dan konsep suatu produk sebelum dirilis secara resmi. Selain itu, fungsi prototype adalah sebagai model uji coba agar bisa meminimalisir kesalahan pada model aslinya nanti. Prototype memiliki sejumlah manfaat, di antaranya yaitu Menghemat biaya produksi; Memudahkan presentasi produk; Menjadi acuan pengembangan produk; Memberi visi lebih nyata; Mengetahui kebutuhan pengguna lebih dulu; dan Menjadi wadah keinginan pengguna. Demikian artikel ini semoga bermanfaat, ya! Kamu juga bisa membaca artikel informatif lainnya di blog Dewaweb. Jika tertarik, kamu juga dapat mengikuti program afiliasi dari Dewaweb ataupun webinar gratis dari Dewatalks yang pastinya bermanfaat untuk menambah wawasanmu seputar dunia digital dan pengembangan website. Salam sukses online!

apa yang dimaksud dengan gambar kerja pada proses prototyping